Berhubungan Suami Istri saat Haji, Apakah diperbolehkan? - Villa Batu Malang
Hit Enter to search or Esc key to close

Berhubungan Suami Istri saat Haji, Apakah diperbolehkan?

Berhubungan Suami Istri saat Haji, Apakah diperbolehkan?

Thumbnail
Sumber: Foto oleh PNW Production: https://www.pexels.com/id-id/foto/pria-pasangan-cinta-romantis-8575560/

Umat muslim seluruh duni saat ini melaksanakan ibadah haji 2022 di Tanah Suci. Mereka mendatangi Masjidil Haram dan sekitarnya dalam rangka menunaikan ibadah yang menjadi rukun islam ke-5 tersebut. Tetapi, apakah diperbolehkan berhubungan suami istri saat haji di Tanah Suci?

Tidak jarang jamaah yang sudah menikah membawa pasangannya untuk menunaikan ibadah haji ke Makkah. Tapi, apa hukumnya ketika pria dan wanita berhubungan seks selama haji?

Perbuatan Jima’ (hubungan seksual) adalah salah satu tindakan yang dilarang dalam haji. Larangan ini berlaku jika jamaah masih dalam ihram. Oleh karena itu, hukum bagi orang yang ihram untuk melakukan hubungan suami istri adalah haram.

Hal ini sejalan dengan apa yang tertulis dalam Al-Qur’an Surat Al-Baqarah ayat 197 yang terjemahannya sebagai berikut:

“(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.”

Dalam ayat ini mengandung ista ilah rafats yang artinya hal-hal yang menjerumus dalam keintiman. Adapun Pembimbing Ibadah Haji Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al Ittihad Ustadz Rafiq Zauhari, Lc, menjelaskan tidak hanya bersetubuh tapi juga bahasa nafsu, seperti merayu pasangan, jelasnya.

Barangsiapa yang berhubungan suami istri dalam keadaan ihram dikenakan hukuman damm. Hukuman damm tidak tanggung-tanggung bagi seorang yang melakukan hubungan suami istri ketika ihram adalah menyembelih seekor unta.

Jadi, kapan seseorang diizinkan untuk melakukan hubungan suami istri lagi?

Ustadz Rafiq mengeluarkan pernyataannya bahwa jamaah di perbolehkan untuk kembali melakukan amalan suami istri setelah selesai Tahallul. Dikutip dari Buku Ajar Studi Fiqh oleh Aldila Septiana dan Firman Setiawan, secara bahasa tahallul artinya boleh (menjadi halal). Sedangkan menurut istilah syara’, tahallul adalah diperbolehkannya atau dibebaskannya seseorang dari pantangan ihram.

Ada dua perbedaan masa tahallul bagi jamaah haji dan umrah. Pada ibadah umrah hanya ada satu tahallul yaitu ketika jamaah sudah melakukan potong rambut. Sedangkan bagi jamaah haji lantaran ada dua kali tahallul, maka diperbolehkan kembali berjima’ (bersetubuh) ketika sudah menempuh tahallul kedua yaitu tawaf ifadah yang umumnya dilakukan pada tanggal 10 Dzulhijah.

Begitulah hukum diperbolehkannya melakukan hubungan suami istri saat haji di Tanah Suci.

Sumber:
Nabilla, Farah. 2022. Bolehkah Berhubungan Suami Istri Saat Haji? Berikut Hukumnya, https://www.suara.com/news/2022/06/15/191054/bolehkah-berhubungan-suami-istri-saat-haji-berikut-hukumnya?page=2, diakses pada tanggal 9 Agustus 2022 pukul 09.37.

Kristina. 2021. Apa Itu Tahallul dalam Haji dan Umrah? Ini Arti dan Jenisnya, https://news.detik.com/berita/d-5596493/apa-itu-tahallul-dalam-haji-dan-umrah-ini-arti-dan-jenisnya, diakses pada tanggal 9 Agustus 2022 pukul 10.13.