Hati-Hati Salah Saat Tawaf - Villa Batu Malang
Hit Enter to search or Esc key to close

Hati-Hati Salah Saat Tawaf

Hati-Hati Salah Saat Tawaf

Thumbnail

Dalam perkara haji dan umrah, Allah telah memberikan pentunjuk dan taufiq kepada mereka untuk tidak melakukan hal yang tidak dituntunkan dalam Al-Quran dan sunnah Rasullullah termasuk perkara haji dan umrah. Kesalahan yang kerap kali dilakukan oleh jamaah haji dan jamaah umrah karena kurangnya pengetahuan dan ikut-ikutan tanpa dalil dan dasar. berikut beberapa kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan saat tawaf oleh sebagian jamaah haji dan umrah.

Keasalahan-Kesalahan Ketika Tawaf
  1. Memulai thawaf dari sebelum Hajar Aswad dan Rukun Yamani. Hal ini merupakan perkara yang berlebih-lebihan dalam agama dan terlarang. Alasan sebagian jamaah haji bahwa hal itu untuk kehati-hatian merupakan alasan yang tidak dapat diterima. Karena kehati-hatian yang sebenarnya dan yang bermanfaat adalah dengan mengikuti syariat dan tidak mendahului Allah dan rasul-Nya. 
  2. Thawaf dalam keadaan ramai dan berdesak-desakan, hanya mengelilingi Ka’bah yang persegi-empat saja dan tidak mengelilingi Hijir Ismail. Di mana mereka masuk dari pintu Hijir Ismail dan keluar melalui pintu di seberangnya. Ini merupakan kesalahan yang besar dan thawaf-nya tidak sah, karena belum mengelilingi seluruh Ka’bah tapi baru mengelilingi sebagian saja. 
  3. Thawaf dengan ramal (jalan cepat) pada setiap/semua putaran. Yang menjadi sunnah adalah berjalan cepat dengan memendekkan langkah hanya pada tiga putaran pertama thawaf qudum. 
  4. Berdesak-desakan agar dapat mencium Hajar Aswad. Sehingga bisa menyebabkan saling pukul, mencaci dan ucapan-ucapan buruk lainnya yang tidak layak diucapkan dan dilakukan, apalagi di Masjid Al-Haram saat melakukan ibadah haji, yang bisa membatalkan thawaf, bahkan membatalkan haji secara keseluruhan. 
  5. Keyakinan bahwa Hajar Aswad bisa memberikan manfaat, sehingga ada yang setelah memegangnya lalu mengusapkan tangannya ke seluruh badannya atau kepada anak-anaknya. Ini adalah suatu kebodohan dan kesesatan, karena manfaat dan madharat itu hanya dari Allah Ta’ala semata. 
  6. Sebagian jamaah memegang seluruh rukun Ka’bah, bahkan mungkin memegang seluruh tembok Ka’bah dan mengusapnya. 
  7. Mengkhususkan doa-doa tertentu pada setiap putaran dan tidak membaca doa lainnya. 
  8. Mengambil dan berdoa dari kumpulan doa-doa yang telah dibukukan tanpa tahu maknanya. Padahal boleh jadi terdapat salah ucap, salah cetak atau yang semisalnya, sehingga mengakibatkan maknanya bertolakbelakang. Lebih baik baginya untuk berdoa dengan doa-doa yang ia kehendaki, yang ia tau maknanya dan harapkan agar terwujud. 
  9. Thawaf berkelompok di bawah satu komando pemimpin yang membaca satu doa dengan suara keras dan diikuti oleh rombongannya dengan satu suara, sehingga akan muncul banyak suara keras yang saling mengganggu satu sama lain.
Kesalahan dalam Shalat Sunnah Thawaf  
  1. Anggapan bahwa shalat dua rakaat harus dilakukan dekat dengan Maqam Ibrahim. Anggapan ini salah, karena shalat dua rakaat setelah thawaf itu sah dilakukan di mana saja di Masjid Al-Haram, bahkan di serambi masjid juga sah, sehingga terhindar dari aniaya, tidak menyakiti dan disakiti (karena berdesakan), serta dapat shalat dengan lebih khusyu’. 
  2. Setelah selesai shalat, ada sebagian jamaah yang berdiri dan berdoa dengan suara keras di bawah komando satu orang. Hal ini juga dapat mengganggu jamaah lain yang sedang shalat di belakang Maqam.